Home » » Pemanfaatan Aplikasi Anti Plagiat dalam Meminimalisir Terjadinya Plagiasi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Pemanfaatan Aplikasi Anti Plagiat dalam Meminimalisir Terjadinya Plagiasi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta




Eko Kurniawan1, Umi Fatimah2,  M. Jubaidi3

1Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
2Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
3Universitas Muhammadiyah Yogyakarta



ABSTRAK
Teknologi internet yang berkembang pesat memberikan dampak yang positif bagi penggunanya. Pengguna dapat dengan mudah dan cepat mencari informasi yang mereka cari tanpa dibatasi adanya ruang, dan waktu. Namun dibalik dampak positif itu terdapat dampak yang negatif, yaitu munculnya pribadi yang instan dan cenderung melakukan copy paste terhadap sumber informasi yang telah didapatkan, dari situ maka mucunlah tindakan plagiarism. Kaitannya dengan hal tersebut, Univeristas Muhammadiyah Yogyakarta telah 2 tahun menerapkan aplikasi anti plagiasi dalam meminimalisir terjadinya plagiasi di lingkungan akademiknya. Untuk itu dalam makalah ini akan dibahas bagaimana praktik dan pemanfaatan aplikasi tersebut. Makalah ini disusun menggunakan metode kualitatif, sedangkan hasil penelitiannya menyatakan bahwa pemanfaatan aplikasi anti plagiasi  di UMY sangat efektif, dikarenakan dengan adanya aplikasi ini civitas akademika UMY tidak serta merta bisa melakukan copy paste terhadap sumber – sumber informasi yang didapatkan. Hal ini bisa terjadi dikarenakan ada aturan yang dikeluarkan oleh Rektor yang mewajibkan kepada civitas akademikanya untuk mengecek karya ilmiah mereka melalui aplikais tersebut.

Kata kunci : plagiasi, aplikasi anti plagiat




A.    LATAR BELAKANG
Di era informasi seperti saat ini, telah muncul teknologi internet sebagai sebuah jaringan raksasa yang berfungsi sebagai media tukar menukar informasi secara cepat dan mudah. Internet mempunyai banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh sumber informasi lain. Salah satu kelebihannya adalah user bisa mengakses informasi apa saja yang dibutuhkan, tanpa dibatasi oleh jarak, ruang, dan waktu.
Di sisi lain munculnya internet menjadikan tumbuhnya pribadi manusia dengan sifat instan. Mereka tidak mau berpikir keras dalam menyeleaikan pekerjaanya karena semua sumber informasi sudah tersedia di internet dan bisa diakses secara bebas. Dari sifat instan itu, maka banyak orang yang melakukan copy paste, dan plagiasi.
Dilingkungan perguruan tinggi kasus  plagiasi semakin marak diberitakan, baik di media cetak maupun elektronik. Hal ini disebabkan oleh adanya kemudahan yang di timbulkan dari teknologi informasi yang semakin modern. Teknologi informasi di masa sekarang ini memberikan banyak kemudahan dalam penyediaan sumber informasi bagi pencari informasi. Selain itu rendahnya minat baca dan kurangnya pengetahuan serta kompetensi mahasiswa dalam menulis. Secara sederhana plagiasi bisa dikatakan sebagai kegiatan menjiplak karya seseorang atau lembaga tanpa mencantumkan sumber aslinya.
Untuk meminimalisir praktek terjadinya plagiasi yang semakin marak terjadi di lingkungan akademik, maka diantara solusinya adalah dilakukan dengan cara mensosialisasikan undang-undang yang mengatur tentang plagiarism, monitoring dan pengawasan yang ketat dari pihak univerisitas, dilakukan pelatihan literasi informasi, serta menerapkan aplikasi anti plagiat bagi sivitas akademika.
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang memberanikan diri untuk memberikan akses full teks terhadap karya ilmiah sivitas akademikanya. Salah satu solusi yang dilakukan agar kejadian plagiarism bisa terminimalisir adalah dengan cara memanfaatkan aplikasi anti plagiasi. Untuk itu dalam makalah ini akan dibahas bagaimana praktik dan pemanfaatan aplikasi tersebut di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.



Baca juga : Definisi Literasi Informasi menurut para ahli






B.     LANDASAN TEORI
1.      Plagiarisme
Plagiarisme merupakan tindakan menjiplak atau mengakui hasil karya tulis orang lain sembagai karya tulis sendiri atau tanpa menyebutkan sumber aslinya. Sedangkan pelaku plagiat disebut plagiator (KBBI, 2010). Sedangkan menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 dikatakan:
“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”
Soelistyo (2011) membagi plagiasi ke dalam beberapa tipe, yaitu:
1.      Plagiarisme Kata demi Kata (Word for word Plagiarism). penulis menggunakan kata-kata penulis lain (persis) tanpa menyebutkan sumbernya.
2.      Plagiarisme atas sumber (Plagiarism of Source). Penulis menggunakan gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang cukup.
3.      Plagiarisme Kepengarangan ( Plagiarism of Authorship). Penulis mengaku sebagai pengarang karya tulis karya orang lain.
4.      Self Plagiarism. Termasuk dalam tipe ini adalah penulis mempublikasikan satu artikel pada lebih dari satu redaksi publikasi. Dan mendaur ulang karya tulis/ karya ilmiah.
Sedangkan menurut Istiana dan Purwoko (2016) ruang lingkup plagiarism meliputi:
1.      Mengutip kata-kata atau kalmat orang lain tanpa menyebutkan sumbernya
2.      Menggunakan gagasan, pandangan atau teori orang lain tanpa menyebutkan sumbernya
3.      Menggunakan fakta (data, informasi) milik orang lain tanpa menyebutkan sumbernya
4.      Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri
5.      Melakukan prafrase tanpa menyebutkan sumbernya
6.      Menyerahkan suatu karya ilmiah dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain
Berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2010 telah ditetapkan sanksi bagi mahasiswa, dosen/peneliti/tenaga pendidikan yang terbukti melakukan plagiasi. Mahasiswa yang terbukiti melakukan plagiasi akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
1.      Teguran
2.      Peringatan tertulis
3.      Penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa
4.      Pembatalan nilai satu atau beberapa mata kuliah yang diperoleh mahasiswa
5.      Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
6.      Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
7.      Pembatalan ijazah apabila telah lulus dari proses pendidikan
Adapun berdasar bagi dosen/peneliti/tenaga pendidikan  yang terbukti melakukan plagiasi akan dikenakan sanksi sebagai berikut:
1.      Teguran
2.      Peringatan Tertulis
3.      Penundaan pemberian hak dosen/peneliti/tenaga kependidikan
4.      Penurunan pangkat dan jabatan akademik/fungsional  
5.      pencabutan hak untuk diusulkan sebagai guru besar/professor/peneliti utama bagi yang memenuhi syarat
6.      Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai dosen,peneliti/tenaga kependidikan
7.      Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai dosen,peneliti/tenaga kependidikan: atau
8.      Pembatalan ijazah yang diperoleh dari perguruan tinggi yang bersangkutan
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 disebutkan tentang pencegahan plagiasi pada Bab IV pasal 6 dan pasal 7. Pada pasal 6 disebutkan bahwa:
1.      Pimpinan perguruan tinggi mengawasi kode etik mahasiswa/dosen/peneliti/enaga kependidikan yang ditetapkan oleh senat perguruan tinggi/organ lain yang sejenis, yang antara lain berisi kaidah pencegahan dan penanggulangan plagiat.
2.      Piminan perguran tinggi menetapkan dan mengawasi pelaksanaan gaya selingkung untuk setiap bidang limu, teknologi, dan seni yang dikembangkan oleh perguruan tinggi.
3.      Pimpinan perguruan tinggi secara berkala mendiseminasikan kode etik mahasiswa/dosen/peneliti/ tenaga kependidikan dan gaya selingkung yang sesuai agar tercipta budaya anti plagiat.
Adapun pada pasal 7 tentang pencegahan plagiasi disebutkan bahwa:
1.      Pada setiap karya ilmiah yang dihasilkan di lingkungan perguruan tinggi harus dilampirkan pernyataan yang ditandatangani oleh penyususn bahwa:
a.      Karya ilmiah tersebut bebas plagiat
b.      Apabila dikemudian hari terbukti terdapat plagiat dalam karya ilmiah tersebut, maka penyusun bersedia menerima sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
2.      Pimpinan Perguruan Tinggi wajib mengunggah secara elektronik semua karya ilmiah mahasiswa/dosen/peneliti/tenaga kependidikan yang telah dilampiri pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) melalui portal Garuda (Garba Rujukan Digital) sebagai titik akses terhadap karya ilmiah mahasiswa/dosen/peneliti/tenaga kependidikan Indonesia, atau prtal lain yang ditetapkan oleh Direktur jenderal Pendidikan Tinggi.
2.      Apiklasi anti plagiasi
Aplikasi anti plagiasi merupakan aplikasi yang digunakan untuk mendeteksi adanya copy paste dalam suatu karya tulis, dari copy paste itu jika dilihat teryata tanpa menyebutkan sumbernya, maka dipastikan masuk ke dalam ranah plagiasi.
Aplikasi ini diciptakan bertujuan untuk meminimalisir adanya tindakan plagiasi yang sudah menjamur di masyarakat. Ada beberapa aplikasi anti plagiasi yang berkembang, baik geratis maupun berbayar Aplikasi tersebut diantaranya adalah Turnitin, Viper, Wcopyfind, Article Checker, dan masih banyak lagi aplikasi lainnya.
1.      Viper
Viper merupakan software anti plagiasi yang berifat open source segingga bisa diakses secara gratis. Software ini bisa di unduh di situs resmi http://www.scanmyessay.com/. Untuk dapat menggunakan Viper, pengguna harus membuat akun terlebih dahulu. Kelebihan dari software selain bersifat open source diantaranya yaitu pendaftaran akun Viper mudah, pemrosesan file tidak terlalu lama, terdapat pilihan server yang ada di Indonesia. Adapun kekurangan dari Viper anatara lain, dalam proses searching dan schanning  membutuhkan waktu yang lama badi dokumen yang mempunyai kesemaan file yang sudah diunggah, pencocokan konten paper dengan database membutuhkan waktu lama.
2.      Turnitin
Turnitin adalah perangkat lunak berbasis web (turnitin.com) yang menyediakan fasilitas untuk mendeteksi suatu tindakan copy paste terhadap suatu karya yang keaslian harus diuji.
Beberapa account yang ada di dalam turnitin yaitu:
a.      Administrator merupakan staf yang bertugas untuk mengontrol account tertentu pada turnitin.
b.      Instructor merupakan istilah  yang digunakan untuk dosen, guru, atau asisten yang bertugas membantu student dalam pemanfaatan turnitin.
c.      Student merupakan mahasiswa atau pengguna akhir  yang  bergabung dalam suatu class yang dibuat oleh instructor.
Adapun istilah yang ada di dalam turnitin yaitu:
a.      Class merupakan sebuah kelas yang dibuat oleh instructor. Ada dua tipe class yaitu standard yang di buat untuk student dan master yang dibuat untuk dosen/asisten pengajar.
b.      Assignment merupakan kumpulan tugas yang diberikan instructor untuk student. Terdapat empat tipe assignment yaitu paper assignment, peermark assignment, revision assignment, reflection assignment.
c.      Submission merupakan istilah yang digunakan untuk meng-upload suatu file oleh student atau instructor dalam class turnitin.
Kelebihan dari aplikasi turnitin diantaranya yaitu memiliki database yang besar, sistem keamanan aplikasi cukup baik,  memiliki pembatas tingkat toleransi dalam jumlah kata dan persen (%)(Latif, 2017).
Setelah suatu karya diunggah pada aplikasi tersebut, maka akan diketahui tingkat kesamaan teks antara karya yang diunggah dengan sumber informasi yang ada di internet dan di database turnitin.
3.      AIMOS (Academic Intergrity Monitoring System)
AIMOS merupakan software anti plagiasi yang dikembangkan oleh Fakultas Kedokteran UGM. Namun software ini hanya bisa mendeteksi tulisan yang dianggap plagiat pada  database UGM, karena terhubung pada ETD (Repisitopry Electronic Theses and Dissertation).
C.    METODE PENELITIAN
Makalah ini disusun menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik obeservasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan uji keabsahan data dalam makalah ini dilakukan dengan cara triangulasi sumber. Adapun intrumen penelitian dalam makalah ini adalah peneliti sendiri, sehingga peneliti dituntut untuk mengetahui secara mendalam terkait segala teori dan fenomena yang berkaitan dengan apa yang diteliti.

D.    HASIL DAN PEMBAHASAN
UMY merupakan salah satu kampus di Indonesia yang memberanikan diri untuk memberikan akses full teks karya sivitas akademikanya kepada khalayak umum. Kebijakan itu tidak serta merta hanya sebatas spekulasi, akan tetapi sebelumnya memang telah dilakukan kajian – kajian yang mendalam. Selain itu, di UMY telah lama dilakukan kegiatan Literasi Informasi oleh pustakawan UMY kepada civitas akademika.
Pada kegiatan literasi informasi itu civitas akademika diajarkan bagaimana mencari sumber – sumber referensi yang berkualitas, teknik penelusuran informasi, teknik penulisan, serta bagaimana cara menghindari plagiasi.
Dalam meminimalisir terjadinya copy paste dan tindakan plagiasi, UMY sejak tahun 2016 telah melanggan aplikasi turnitin. Aplikasi tersebut digunakan untuk mengecek karya ilmiah mahasiswa, baik dalam bentuk makalah, proposal, maupun tugas akhir (TA, skripsi, tesis, dan disertasi). Selain itu bagi dosen yang ingin submit jurnal serta bagi dosen yang akan mengalami kenaikan pangkat, mereka pun diwajibkan  untuk mengecek karyanya itu melalui turnitin.
Di awal proses melanggan, UMY diberikan trial selama 3 bulan, disitu para pustakawan secara gencar mensosialisasikan kepada para dosen dan pimpinan masing – masing fakultas dan prodi, untuk mengikuti kegiatan Literasi Informasi yang berfokus pada pemanfaatan dan cara kerja aplikasi turnitin.
Setelah dilakukan pelatihan pemanfaatan aplikasi turnitin, maka para pimpinan fakultas dan prodi, serta dosen merasakan manfat aplikasi tersebut, sehingga diputuskan untuk melanggan selama satu tahun. Dari situ, ada beberapa prodi yang kemudian mewajibkan mahasiswanya untuk cek turnitin sebelum melakukan ujian proposal dan pendadaran tugas akhir.
Awalnya batas maksimal kesamaan teks berbeda – beda pada masing – masing prodi, ada yang 20%, 25%, bahkan ada juga yang 30%. Selain itu, di internal prodi sendiri pun masih terjadi perbedaan dikalangan dosen. Dengan adanya perbedaan batas maksimal itu, maka pihak universitas mengeluarkan keputisan Rektor yang berkaitan tentang pedoman penulisan tugas akhir mahasiswa.
Di dalam keputusan itu diatur bahwa batas maksimal kesamaan teks adalah 20% dengan filter 1%. Dengan adanya keputusan itu maka tidak lagi terjadi perbedaan aturan dikalangan dosen maupun prodi.
UMY melanggan turnitin dengan hak akses 100 mahasiswa dan 200 instructor. Dengan sedikitnya akun itu dibanding dengan jumlah mahasiswa dan dosen, maka pengeceka turnitin dilayani di masing – masing perpustakaan fakultas, dan perpustakaan pusat.
Selain pengecekan dengan cara datang langsung ke perpustakaan fakultas dan perpustakaan pusat, pengecekan turnitin ini juga bisa dilayani melalui email. Jadi setiap mahasiswa bisa mengirimkan karya ilmiahnya ke email masing – masing perpustakaan fakultas, kemudian setelah dicek, hasilnya akan kembali dikirimkan kepada mahasiswa yang bersangkutan.
Pada prakteknya mahasiswa mengirimkan karya ilmiahnya tidak hanya sekali, bahkan ada juga yang sampai 5 kali, karena harus direvisi sesuai dengan batas maksimal peraturan turnitin. Dalam laporan turntin itu telah dijelaskan mana saja kalimat maupun teori yang sama dengan sumber – sumber yang ada di internet, bahkan dijelaskan juga sumber linknya. Dari situ mahasiswa bisa dengan mudah untuk melakukan refisi.
Dengan adanya aplikasi ini, maka mahasiswa lebih berhati – hati dalam mengambil sumber referensi, karena mereka sudah tidak bisa lagi copy paste, sehingga mereka dituntut untuk memparafrase atau membahasakan dengan bahasa mereka sendiri terkait referensi yang mereka ambil. Dengan begitu maka mereka tidak lagi mempunyai sifat instan dan pemalas, dampaknya adalah karya civitas akademika UMY semakin berkualitas

E.     KESIMPULAN
Dari uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan aplikasi anti plagiasi bisa diterapkan efektif di suatu Perguruan Tinggi, jika dibarengi dengan aturan dari pihak PT yang mewajibkan kepada civitas akademikanya, khususnya dosen dan mahasiswanya untuk mengecekkan karya ilmiah mereka pada aplikasi tersebut. Dengan begitu, maka kejaian plagiarism bisa diminimalisir.




DAFTAR PUSTAKA
Hasugian, Jonner. “Pemanfaatan Internet: Studi Kasus Tentang Pola, Manfaat dan Tujuan Penggunaan Internet Oleh Mahasiswa pada Perpustakaan USU”. Dalam http://bit.ly/2lOQDYb . Diakses pd 10/10/17 pukul 18.03 WIB.
Instana, Purwani. 2013. “Perpustakaan dan Plagiarisme”. Dalam http://bit.ly/2zbdO4t.  Diakses pada 15/10/17 pukul 22.08 WIB.
Istana, Purwani dan Purwoko. 2016. “Panduan Anti Plagiarisme”. Dalam http://bit.ly/2hDrfQH . Diakses pada 13/10/17 pukul 20.21 WIB.
Nisa, Maria Husnun dan Novy Diana Fauzie. 2017. Menuju Kepustakawanan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah Berkemajuan. Surakarta: Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Novianto, Iik. “Perilaku Penggunaan Internet Di Kalangan Mahasiswa”. Dalam. http://bit.ly/2h3wZlY Diakses pd 10/10/17 pukul 18.03 WIB.
Madlazim. 2014. “Penggunaan “Viper”, Software Anti Plagiarism”. Dalam http://bit.ly/2hbB2Ag . Diakses pada 17/10/17 pukul 20.09 WIB.
Soelistyo, H. (2011). Plagiarisme: Pelanggaran Hak Cipta dan Etika. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

*di presentasikan pada acara CFP UNILA, 16 November 2017



0 komentar :

Posting Komentar